Berita Update dan Terkini

Jumat, 20 Maret 2020

Kenali 7 Fakta dan Mitos Seputar Oli Mesin Mobil



Ganti oli mesin sering disebut sebagai hal penting yang bisa menyebabkan masalah kendaraan. Mesin mobil yang mengalami kendala memang bisa disebabkan oleh penggantian oli yang tidak konsisten. Selain perilaku pengemudi, ada beberapa asumsi dan sugesti yang sering bertebaran tentang oli mesin yang berkualitas.

Agar Anda tidak salah pilih sebelum melakukan penggantian oli mesin, sebaiknya kenali fakta dan mitos berikut ini.

1. Mobil yang acap terjebak kemacetan akan lebih sering ganti oli 
Memang banyak orang yang mengatakan bahwa risiko kebocoran material bahan bakar yang masuk ke ring piston akan terjadi pada mobil yang sering terjebak kemacetan. Sebenarnya fakta mengatakan bahwa ganti oli diperlukan karena oli mengalami stress  atau rusak. Penurunan performa oli mesin mobil dikarenakan tiga faktor yaitu lubrikasi, pembersih dan pendingin suhu.

Umur pemakaian yang semakin lama berdasarkan durasi, jarak, suhu, dan lain-lain mengakibatkan oli mengalami penurunan performa. Jadi, tidak sepenuhnya benar bahwa mobil yang sering terjebak macet, wajib ganti oli secepat mungkin.

2. Sering ganti merek oli berdampak pada kerusakan mesin mobil
Mungkin Anda khawatir untuk mengganti oli lama dengan merek oli terbaru yang lebih berkualitas. Alasan gonta-ganti merek oli bisa membuat kerusakan mesin mobil lebih besar merupakan fakta. Sebenarnya usaha bengkel melakukan flushing atau menguras sisa oli lama sebelum mengganti oli baru merek lain bisa mengatasi masalah ini. Hanya saja cara yang salah bisa menyebabkan kerusakan mesin mobil.

Cara mengganti pelumas merek lain yang salah bisa memicu kerusakan pada mesin mobil. Pasalnya, setiap pelumas dengan berbagai merek memiliki pencampuran senyawa berbeda. Jika tidak dilakukan flushing yang benar, maka endapan oli mesin lama akan berdampak buruk pada performa.

3. Warna oli lebih pekat pertanda harus ganti oli secepatnya 
Ganti oli mesin wajib dilakukan saat warna oli telah berubah menjadi lebih pekat. Benarkah demikian? Sebenarnya Anda tidak perlu terlalu khawatir berlebihan bila oli berubah warna menjadi lebih pekat.

Hal ini normal terjadi karena hasil kerja pelumas menunjukkan kinerja yang positif. Oli mengumpulkan partikel kecil dan berhasil mengikatnya dengan baik agar tidak berubah menjadi endapan dan masuk terbawa ke ruang pembakaran.

Oli yang mengandung detergen sebagai bahan aditif bakal membuat oli menjadi lebih pekat. Tenang saja, fungsi oli yang bertugas untuk mengurangi risiko gesekan antar komponen tetap maksimal. Jadi, Anda tidak perlu langsung ganti oli baru saat warna oli berubah menjadi lebih pekat, ya! Kecuali warna oli berubah menjadi lebih hitam dan mengental, maka Anda wajib bersiap melakukan penggantian pelumas mesin mobil.

4. Penggantian oli wajib dilakukan setiap 5.000 kilometer
Hal ini bisa menjadi fakta atau mitos belaka tergantung dengan kebijakan setiap pabrikan kendaraan. Untuk lebih mengetahui aturan secara pasti, buka buku manual kendaraan pribadi Anda. Ada pabrikan yang menetapkan aturan ganti oli pada jarak 5.000 kilometer, maka ada pula yang menargetkan jarak 7.000 kilometer.

5. Lakukan penggantian oli mobil sebelum perjalanan jarak jauh 
Fakta mengungkap hal yang benar terkait anjuran mengganti oli mobil sebelum mudik atau traveling jarak jauh. Hal ini berfungsi untuk menjaga kinerja mesin mobil tetap prima selama perjalanan jauh. Jangan sampai mobil kesayangan Anda mengalami turun mesin atau mogok.

6. Penggunaan oli sintetis secara konsisten bisa menyebabkan kebakaran pada seal mesin 
Jika Anda menggunakan oli sintetis, tidak harus menggunakan oli yang sama seterusnya. Penggunaan oli sintetis tidak akan merusak kendaraan Anda dalam waktu lama. Bisakah oli sintetis menyebabkan kebakaran pada seal mesin?

Mungkin oli sintetis bisa menyebabkan penyusutan pada segel mesin sehingga memicu kebocoran pada tahun 1970 an adalah fakta. Namun, oli sintetis modern yang dibuat menggunakan peralatan canggih telah terbukti tidak membuat segel mesin menyusut dewasa ini.

7. Tidak perlu ganti filter oli saat penggantian oli mesin 
Pernyataan pada poin ketujuh merupakan mitos sebab fakta menunjukkan bahwa penggantian filter oli saat ganti oli akan mengurangi risiko kerusakan mesin. Anda jelas tidak akan mobil kesayangan mengalami penumpukan kotoran, bukan?

Beberapa fakta dan mitos seputar oli mesin mobil wajib Anda ketahui agar bisa melakukan perawatan yang benar. Kalau Anda masih ragu, bisa langsung mencari informasi terkait ganti oli mesin yang benar di Otomall.id yang lebih efisien. Pilih merek oli dan bengkel terpercaya dekat rumah Anda lewat online saja. Jadwal kunjungan yang telah disesuaikan dengan waktu luang Anda menjadi kelebihan tersendiri. Yuk, servis mobil pribadi lebih mudah dengan Otomall.id!

0 komentar:

Posting Komentar