Berita Update dan Terkini

Kamis, 12 September 2019

Ternyata inilah Perbedaan Antara Dokter Spesialis Psikolog dan Psikolog



Bidang kedokteran memang banyak sekali jenisnya, umumnya mereka juga akan menangani masalah yang berbeda-beda sesuai dengan keluhan atau kondisi pasien. Salah satu yang mungkin terdengar tidak begitu asing lagi di telinga Anda adalah dokter spesialis psikolog , ini memang pada dasarnya adalah bagian dari dokter, berbeda dengan seorang psikolog biasa. Mereka lebih akrab dengan panggilan seorang psikiater, masuk sebagai salah satu bidang kajian dalam kedokteran, ternyata bagian yang satu ini juga cukup ramai dengan kunjungan pasien, entah itu hanya untuk konsultasi atau juga melakukan berbagai macam tindak pengobatan.

Hanya saja faktanya banyak diantara masyarakat yang belum bisa membedakan antara keduanya, yaitu psikiater dan juga psikolog ini, sehingga sering kali salah tangkap. Apalagi jika seandainya mereka ingin melakukan pengobatan psikis kemana. Karena meskipun hampir sama, namun kenyataannya kedua jenis pekerjaan tersebut benar-benar berbeda.

Untuk itu maka berikut ini diantaranya beberapa perbedaan antara spesialis psikolog dan juga psikolog biasa yang harus diketahui, sehingga nantinya tidak salah tepat di dalam berobat, yaitu:

  1. Jenjang pendidikan, faktor utama yang menjadi pembeda antara keduanya adalah jenjang pendidikan, dimana memang untuk psikolog sendiri adalah mereka yang berasal dari lulusan psikologi, kemudian menempuh pendidikan lanjutan yaitu magister psikologi, baru nantinya mendapatkan profesi sebagai seorang psikolog. Agak berbeda dengan psikiater dimana mereka harus menempuh jenjang pendidikan kedokteran terlebih dahulu, dilanjutkan dengan spesialis kejiwaan, sehingga baru bisa menjadi seorang psikiater.
  2. Gelar pendidikan, karena memang keduanya menempuh pendidikan di bidang yang berbeda, maka gelar yang akan diterima juga berbeda. Psikolog akan memiliki gelar yaitu Psi, sedangkan untuk psikiater adalah dr atau dokter Sp. KJ atau spesialis kejiwaan yang memang secara khusus menangani masalah gangguan kejiwaan yang terjadi pada seseorang.
  3. Praktek pekerjaan, hal yang paling mendasar lainnya adalah praktek pekerjaan diantara keduanya, umumnya mereka yang berasal dari lulusan psikologi ii akan lebih banyak bekerja di sebuah industri atau perusahaan bahkan juga membuka praktek konsultasi sendiri, sedangkan untuk psikiatri mereka bekerja di ruang lingkup medis yaitu di sebuah rumah sakit, namun pada bagian khusus yaitu kejiwaan, menangani masalah pada orang-orang yang mengalami trauma atau gangguan mental misalnya.
  4. Metode yang digunakan dalam pengobatannya, seorang psikolog akan mengobati pasien dengan menggunakan metode terapi psikologis atau yang lebih dikenal sebagai psikoterapi, sedangkan untuk psikiatri sendiri akan menggunakan metode pengobatan dokter, yaitu dengan farmakoterapi, sehingga kompetensi antara keduanya memang berbeda.
  5. Masalah yang ditangani, jenis problema atau masalah yang nantinya akan ditangani oleh keduanya juga jauh berbeda, karena cara kerja psikolog lebih kepada konseling, maka mereka akan menangani sebuah problema yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari juga dan juga ringan. Berbeda dengan psikiater yang akan menangani masalah psikologi yang sifatnya adalah berat, seperti diantaranya adalah insomnia berat, depresi, kemudian juga gangguan mood, Schizophrenia, halusinasi dan sejenisnya. Sehingga membutuhkan tingkat pengobatan yang lebih dalam dan terkadang harus meresepkan obat-obatan kepada pasien mereka, tidak cukup dengan metode konseling saja.

Setelah mengetahui perbedaan antara keduanya maka jangan asal di dalam berobat, sesuaikan dengan kondisi yang dialami, entah itu harus berobat ke psikologi atau dokter spesialis psikolog untuk menangani masalah yang sedang Anda alami sehingga bisa cepat sembuh.

0 komentar:

Posting Komentar